Acara Pembinaan
dan silaturrahmi yang berlangsung dengan penuh keakraban dan kebersamaan itu
dihadiri oleh seluruh Kepala Seksi dan Karyawan/ti Jajaran Kantor Kementerian
Agama Kota Manado, Kepala-kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Se-Kota Manado,
Kepala-kepala Madrasah Negeri Maupun Swasta, pengawas Pendidikan Agama Kristen,
Pengawas Pendidikan Agama Kristen pengawas Pendidikan Agama Katolik, Guru-guru
PNS dan non PNS, Penyuluh Agama Islam, Penyuluh Agama Kristen, penyuluh Agama
Katolik dilingkungan Kementerian Agama Kota Manado.
H. Lilie Rasmana, S.Ag, M.Si, selaku
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Manado, dalam sambutannya menyampaikan ucapan
terimakasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Kakanwil yang juga mantan Kepala
kantor kemenag Kota kotamobagu itu. Beliau sangat berharap kehadiran Bapak kakanwil yang baru dapat memberikan arahan dan binaan agar tercipta perubahan
system kerja PNS khusunya dilingkungan Kementerian Agama Kota Manado, sehingga
kinerja aparatur kemenag manado memiliki prestasi kerja serta memberikan
pelayanan yang memiliki nilai yang lebih baik lagi.
Kakanwil yang pada kesempatan itu
didampingi oleh Istri tercinta, sangat mengapresiasi kehadiran PNS dilingkungan
Kemenag Manado yang sudah menyempatkan diri untuk bersilaturrahmi bersama
jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Suawesi Utara. Diawal
arahannya beliau menyampaikan bahwa Kemenag Manado merupakan sentral
percontohan dan harus menjadi yang paling depan serta pelopor dan harus
melibatkan diri pada setiap kegiatan-kegiatan khusunya kegiatan keagamaan, sebab
Kemenag Kota Manado Merupakan Kementerian Agama Kab. Kota yang terletak di Ibu
Kota provinsi Sulut ungkap Bapak Kakanwil Sulut dalam arahanya.
Lima pencanangan gerakan refolusi mental atau lima
pilar atau Budaya kerja Kementerian Agama merupakan inti dari arahan yang
disampaikan pada kesempatan yang dihadiri oleh sekitar 1000 PNS dan Non PNS
dilingkungan Kementerian Agama Kota Manado, dimana didalamnya ada nilai-nilai
dan prinsip kerja seorang PNS. Beliau dengan sedikit gurauan menyampaikan, jika
pelayanan yang bisa dilakukan secara cepat kenapa harus diperlambat, pelayayan
yang tidak memerlukan biaya, kenapa harus dipungut biaya, kata beliau. Ungkapan
itu serta merta mendaptkan tepuk tangan yang meriah dari semua PNS yang hadir
pada kesempatan itu. Pada akhir kesempatan arahannya beliau menyampaikan tiga
indicator budaya kerja, sehingga mewujudkan hasil kerja yang baik, Mulailah
dari hal yg kecil, Mulai dari diri sendiri, Mulai sekarang.//Anto

Tidak ada komentar:
Write komentar